Sabtu, 08 Desember 2007

Sikap Penuh Harap Selamatkan Penderita Stroke

Korban stroke yang merasa pesimis atau tak punya harapan untuk sembuh, lebih cepat meninggal ketimbang sesama penderita yang lebih optimistik. Begitu hasil sebuah riset yang melibatkan 372 pasien stroke.

Dari pasien sejumlah itu, mereka yang paling tak punya harapan, kemungkinannya 79 persen lebih tinggi untuk meninggal dalam tempo lima tahun ketimbang mereka yang paling bersikap positif terlepas dari berapa usia dan penyakit lain yang mereka derita.

Demikian pula menurut survei yang dimuat di Journal of the American Heart Association bulan Juli itu, mereka yang selamat dari stroke tapi merasa tidak ada harapan lebih baik, berkemungkinan 58 persen lebih tinggi untuk cepat meninggal dibanding mereka yang penuh harapan.

"Sikap pasien terhadap penyakit mereka tampaknya berkaitan dengan selamat-tidaknya pasien setelah serangan stroke," ujar Dr. S. C. Lewis dari Western General Hospital di Edinburgh, Skotlandia, yang memimpin penelitian itu.

Temuan itu menunjang riset-riset sebelumnya yang mengisyaratkan adanya kaitan kuat antara sikap dan kesehatan. Sebelumnya, sebuah penelitian juga menyimpulkan, pasien kanker payudara yang paling merasa tak punya harapan lebih cepat meninggal dibanding mereka yang punya sikap sebaliknya.

Demikian pula para pria pengidap HIV yang bersikap positif, mampu lebih lama bertahan hidup dan kadar pertumbuhan penyakitnya berhasil dihambat.

Tidak ada komentar: